Posts Tagged ‘Fanfiction’

Image

haiii haaiii semuanya, seperti biasa author balik lagi bawa lanjutan fanficnya. kalo ngg salah hari ini URI EONNI (TAEYEON) ultah yaa, SAENGIL CHUKAE eonni >.< semoga langgeng ama LEETEUK oppa nya yaaaa *loh* hahahaha. langsung aj yaa ke crita 🙂 this is it…..

Kami ke lokasi yang lain. Letak rumahnya tak terlalu jauh dari rumah sebelumnya. Namun perbedaannya apabila rumah sebelumnya berada di tengah kota atau keramaian, rumah yang ini terletak dipinggir dan sedikit jauh dari keramaian. Aku sangat menyukai dengan lokasinya yang terletak di pinggiran karena jauh dari keramaian. Kami masuk kerumah tersebut. Rumahnya sangat luas dan begitu indah.

Image

“Bagaimana nona ?” dia tersenyum bangga melihat reaksiku ketika memasuki rumah.

Image

Image

Image

“Wuahh, kau benar-benar memiliki rumah yang begitu sempurna” aku tak bisa mengalihkan pandanganku dari setiap sudut rumah.

“Ayo kita ke lantai atas” ia mengajakku ke lantai atas.

“Wuahh, bagus sekali ahjumma, disini ada 2 kamar. Aku bisa menjadikan kamar yang kecil ini sebagai tempat kerjaku” aku melihat-lihat isi kamar.

“Baiklah, ayo aku akan menunjukkan point utama dari rumah ini” ia menuruni tangga.

“Maksud ahjumma masih ada hal yang lebih menarik ?” aku mengikutinya menuruni tangga.

“Tentu saja” ia tersenyum bangga.

Kami menuju belakang rumah, sepertinya aku melihat taman. Itu membuatku lebih senang.

Image

“Wah, ini benar-benar sangat indah” aku menuruni tangga mendekati pantai.

“Aku sudah bilang, kau pasti akan menyukai rumahku yang satu ini” dia diam memperhatikan aku.

“Ne ahjumma, aku sangat menyukainya” angin meniup rambutku yang terurai.

“Bagaimana, apa kau menginginkan rumah ini ?” ia tersenyum melihatku.

“Ne ahjumma, besok aku akan kesini mengurus pembayarannya” aku naik mendekati pemilik rumah.

Setelah puas meneliti setiap sudut rumah, aku pulang. Aku tidak sabar menunggu besok. Aku akan memiliki rumah yang sangat bagus dan istimewa. Keesokan harinya, setelah pulang mengajar, aku bergegas untuk menyelesaikan masalah pembayaran rumah. Karena sewa apartemenku akan berakhir seminggu lagi, maka minggu depan aku baru bisa pindah ke rumah baruku. Aku baru saja menyelesaikan masalah pembayaran dirumah ahjumma itu, lalu aku merasakan ponselku berdering.

“Yoboseyo” aku menjawab panggilan yang masuk.

“Ne, Taenggo apa kau ada waktu malam ini ?” suara Sica terdengar sangat kencang.

“Yak, suaramu kencang sekali. Wae ?” aku menjauhkan ponsel dari telingaku.

“Mianhe Taeng. Hmm, kau maukan ikut makan malam bersama kami ? Aku akan memperkenalkanmu pada Donghae oppa” suaranya terdengar sangat senang.

“Hmmm, apa tidak mengganggu ?” aku agak ragu.

“Aniyo, kau tenang saja. Donghae oppa juga mengajak temannya” ia meyakinkanku.

“Ne, terserah kau saja” aku pasrah.

“Handel and Gratel jam 7, arasso ?” Sica bersemangat.

“Ne arasso” aku menutup telpon.

-LEETEUK POV-

“Hyung, ada sesuatu yang harus aku sampaikan” Donghae masuk ruangan kerjaku.

“Tentang ?” aku masih fokus pada pekerjaan.

“Rumah, rumah dimana kedua orang tua hyung dibunuh” Donghae terlihat serius.

Mendengar tentang rumah itu aku mendekati Donghae dan meninggalkan pekerjaanku.

“Bukankah rumah itu sudah dijual ?” aku kembali memikirkan rumah itu.

“Ne, berita terakhir yang kami dengar rumah itu dijual kembali oleh pemiliknya” jelas Donghae membuatku penasaran.

“Apa kalian tahu siapa pemiliknya yang baru ?” aku menggali info dari Donghae.

“Kami hanya mengetahui bahwa dia adalah seorang yeoja yang masih muda, hanya itu” aku sedikit kecewa.

“Apa kalian tidak mendapatkan info yang lain ?” aku bersandar pada sofa putih yang aku duduki.

“Kami akan terus mencari infonya” Donghae ikut bersandar.

“Aisshh, sepertinya rumah itu tidak akan membawa pengaruh besar pada masalah pembunuhan waktu itu” suaraku terdengar putus asa.

“Tidak usah terlalu dipikirkan hyung. Oh ya, apa malam nanti hyung ada acara ?” ia mengalihkan pembicaraan.

“Wae ?” aku menjawab singkat.

“Malam nanti jam 7 di Handel and Gratel, Sica ingin mengenalkan seorang temannya, dan aku disuru mengajak hyung” ia tersenyum.

“Baiklah” aku menyetujuinya.

“Hyung aku harus pergi, masih banyak yang harus aku kerjakan di kantor” Donghae keluar dari ruang kerjaku.

“Ne” aku kembali ke pekerjaanku.

-TAEYEON POV-

Sekarang sudah pukul 05.30, aku harus siap-siap. Aku tidak boleh terlambat. Aku mendengar ponselku bordering. Nama Sica tertera dilayar ponselku.

“Yoboseyo” aku mengangkat telpon.

“Taeng, kau tidak lupa dengan janji kita kan ?

“Aniyo. Aku sedang bersiap-siap, sebentar lagi aku akan datang” aku melihat pantulan diriku di cermin.

“Ne, aku menunggumu. Annyeong” Sica mengakhiri percakapan kami.

Setelah memastikan semuanya sudah siap, aku keluar apartment menunggu taxi. Hari ini aku tidak membawa serta mobilku, entah kenapa Sica melarangku membawa mobil. Sica bilang, ia akan mengantarkanku pulang, dia ingin tahu dimana aku tinggal. Alhasil sekarang aku naik taxi menuju restoran. Aku memasuki restoran dan mencari sosok Sica. Aku melihat ada tiga orang yang duduk di meja tersebut, Sica dan dua orang lelaki. Arasso, itu pasti calon suami dan teman calon suami Sica. Laki-laki yang memakai kemeja hitam itu sepertinya calon suami Sica, karena sekarang ia sedang merangkul Sica. Laki-laki yang satunya itu pasti teman mereka, tapi siapa ya. Aku tidak bisa melihat wajahnya karena posisi duduknya yang membelakangi aku sekarang. Aku mendekat ke meja tersebut.

“Annyeonghaseyo, mianhae aku terlambat” aku membungkukkan badan ketika sudah berada didekat meja.

“Gwaenchana Taeng, kau tidak terlambat, kami memang datang lebih awal” Sica mempersilahkan aku duduk.

“Yakk, Donghae-ah, jadi ini teman yang kau bilang ingin dikenalkan oleh Sica ?” Leeteuk tampak kaget.

“Op…Oppa ?” aku sama kagetnya dengan Leeteuk oppa.

Aku dan Leeteuk sama-sama memasang wajah meminta penjelasan.

“Molla hyung. Sica hanya menyuruhku mengajak hyung. Aku tidak tahu sama sekali. Jadi kalian sudah saling kenal ?” Donghae melirik Leeteuk.

“Mianhae oppa, Taeng. Aku hanya ingin memperkenalkan Taeyeon pada Donghae oppa. Jadi aku pikir sebaiknya Donghae oppa harus mengajak teman juga, jadi semua ini tidak salahkan ?” Sica tertawa jahil.

“Te…tentu saja” aku dan Leeteuk menjawab secara bersamaan. Aku dan Leeteuk saling lirik sebentar, lalu kamipun tertawa geli.

“Jadi kau teman Sica yang baru ?” Donghae menghentikan tawa kami semua.

“Ooh ne, Kim Taeyeon imnida, tapi kau boleh memanggilku Taeng atau Taenggo” aku tersenyum ramah.

“Lee Donghae imnida. Wah nama panggilanmu lucu sekali” ia membalas senyumku.

Kami mulai menyantap makanan yang sudah dipesan. Wah makanannya enak sekali.

“Oppa, aku ingin Taeng menjadi pendampingku dipernikahan kita nanti, bagaimana ?” Sica membuka suara.

“Wah, itu bagus sekali. Dan seperti yang aku katakan waktu itu, Leeteuk hyung yang akan menjadi pendampingku” Donghae mengingatkan Sica.

“Omo, kau tidak salah” aku berbicara dengan mulut yang penuh makanan.

“Yakk, habiskan dulu makanan dimulutmu” Leeteuk melempari tissue ke hadapanku karena sepertinya mulutku dikotori oleh makanan. Aaisshh, aku ini memalukan sekali.

“Mianhae” aku mengambil tissue yang diberi Leeteuk.

“Kau tidak perlu kaget Taeng, aku memang menginginkan dirimu menjadi pendampingku” Sica dan Donghae tertawa penuh arti.

Kami menghabiskan makanan sambil berbincang-bincang. Disela-sela obrolan Sica melirik jam tangannya.

“Oppa, kau tidak ingin membuat omma dan appa menunggukan ?” Sica mengingatkan Donghae.

“Aigo, aku lupa. Kaja” Donghae beranjak.

“Yakk, kalian kenapa ?” Leeteuk terlihat bingung.

“Mianhae oppa, keluarga kami mengadakan makan malam, jadi kami harus pulang. Annyeong” Sica melambaikan tangannya pada kami.

“Tenang hyung, kami akan membayar makanannya” Donghae tertawa geli.

“Yakk, Sica-ah, kau bilang akan mengantarkanku pulang” aku mengingatkan Sica.

“Mianhae Taeng, aku tidak bisa. Leeteuk oppa kau tidak keberatan mengantar Taenggo pulangkan ?” Sica melirik Leeteuk.

“Aisshh” ucapku dan Leeteuk bersamaan.

“Kaja” Leeteuk mengajakku keluar dari restoran.

“Oppa, aku bisa pulang sendiri, kau pulang saja duluan” aku berhenti mengikutinya menuju mobil.

“Ani, Sica menyuruhku mengantarmu pulang” Leeteuk berbalik kearahku.

“Gwaenchana, aku bisa naik taxi” aku menghindari tatapannya. Leeteuk tidak membalas ucapanku. Aku melihat kearahnya, dan ternyata dia sudah berada tepat dihadapanku. Tangannya langsung menarik tanganku menuju mobil. Aku tidak tahu kenapa tidak bisa menolaknya, tubuhku menuruti perintah Leeteuk untuk masuk mobil.

-LEETEUK POV-

“Ani, Sica menyuruhku mengantarmu pulang” aku berbalik menatap Taeyeon. Aku baru menyadari bahwa ia sudah jauh dariku. Rupanya ia tidak mengikutiku menuju mobil.

“Gwaenchana, aku bisa naik taxi” ia menunduk tidak mau menatapku.

Mana mungkin aku membiarkannya pulang dengan taxi. Apa aku ingin mati karena khawatir. Tunggu, apa yang baru saja aku pikirkan. Aigo, aku sudah tidak tahan. Aku mendekat kearahnya, ia tidak menyadari bahwa sekarang aku sudah berada dihadapannya. Aku menarik tangannya yang membuat ia terkejut dan mengajaknya menuju mobil. Ia tidak menolak, ia mengikutiku menuju mobil. Aku membuka pintu mobil dan menyuruhnya masuk. Aku mengendarai mobil meninggalkan restoran.

“Gomawo oppa” Taeyeon menoleh kearahku.

“Cheonma” aku tetap fokus mengendarai mobil. Aku melirik jam tanganku, sekarang baru pukul 8, masih terlalu cepat kalau pulang kerumah.

“Apa kau suka ke taman hiburan ?” aku membuka suara.

“Ne ?” sepertinya Taeyeon tidak mendengar perkataanku.

“Apa kau suka ke taman hiburan ?” aku mengulangi pertanyaanku.

“Tentu saja. Bukannya semua orang suka ke taman hiburan” dia tersenyum manis.

“Baiklah, kita kesana sekarang” aku sangat senang dengan responnya.

“Mwo ?” Taeyeon kaget. Aku tidak memperdulikannya. Karena terlalu senang, tidak terasa kami sudah berada di taman hiburan.

“Wah sangat menyenangkan, aku belum pernah ke taman hiburan pada waktu malam seperti ini” Taeyeon terlihat sangat senang.

“Baguslah kalau kau senang. Ayo kita naik wahana itu !” aku menunjuk wahana bianglala.

“Mwo ? Oppa….

“Wae kau takut ? Arasso, kau memang seperti anak kecil” aku sedikit bercanda.

“Aniyo, kaja, kita naik wahana itu” Taeyeon  menarik tanganku. Aku kaget, ku pikir ia akan tetap menolak atau mencari wahana lain.

“Apa kau yakin ?” aku menghentikan langkahku. Ia ikut berhenti namun tidak menjawab. Aku yakin ia tidak berani naik wahana ini. Suaranya sedikit bergetar ketika aku mengajaknya naik wahana itu.  Aku menarik tangannya untuk naik wahana lain. Ia terlihat lega. Setelah puas bermain aku mengantarnya pulang.

“Gomawo oppa, annyeong. Hati-hati dijalan” ia melambaikan tangannya lalu masuk ke gedung apartemennya. Aku menunggu untuk memastikan ia sudah masuk, setelah yakin aku melajukan mobil menuju rumahku.

-TAEYEON POV-

            Seminggu kemudian….

“Yakk, Sica-ah sepulang mengajar nanti kau tidak lupa untuk membantuku kan ?” aku memastikan agar Sica tidak lupa.

“Arasso, aku sudah mencatatnya dikepalaku” ia menunjuk kepalanya.

“Gomawo” aku tersenyum senang.

“Taeng, kenapa kau tidak minta bantuan namjachingumu saja ?” ia menggodaku.

“Siapa yang kau maksud ?” aku tidak mengerti.

“Leeteuk oppa” ia sedikit membesarkan suaranya.

“Yakk, dia bukan namjachinguku. Kami hanya berteman” aku mulai salah tingkah.

“Kalian sudah sering pergi berdua kan ? Dan kau juga menyukainya kan ?” Sica seperti bisa melihat semuanya.

“Molla” aku memang bingung.

“Aisshh, aku tau semuanya. Kau terlihat aneh jika ada Leeteuk oppa” ia mulai memancingku.

“Aigo, apa terlalu terlihat kalau aku menyukainya ?” aku khawatir.

“Begitulah, wanita lebih peka dari laki-laki. Aku memang bisa melihatnya dari tingkahmu tapi Leeteuk oppa mungkin tidak tahu, jadi kau tenang saja” ia menenangkanku.

“Hmm, tapi aku rasa Leeteuk oppa tidak mempunyai perasaan yang sama sepertiku” kepercayaan diriku merosot.

“Kau tahu darimana, kau tidak boleh berpikir negatif” ia memberiku semangat.

“Kau tahu sekretarisnya itu kan, aku rasa dia lebih tertarik padanya. Dan kau tahu Leeteuk oppa pernah bilang kalau aku bukan tipe idealnya” aku menghela napas.

“Leeteuk oppa tidak mungkin menyukai Sora. Kau harus semangat, arasso. Fighting” ia mengepalkan kedua tangannya. Aku merasa percaya diri kembali setelah mendengar Sica berbicara seperti itu.

Sepulang mengajar, kami langsung menuju rumah baruku. Semua barang sudah dipindahkan, kami tinggal menyusunnya dan merapikannya saja. Karena aku ditemani Sica, semua pekerjaan selesai lebih cepat. Sekarang kami duduk dibelakang rumah menikmati indahnya pantai kecil ditemani teh hangat.

“Rumahmu indah sekali, rasanya aku ingin disini terus” Sica membuka suara.

“Kau bisa datang kesini setiap hari kalau kau mau, atau kau juga boleh menginap disini” aku menyenggolnya.

“Jinca ? Wahh, pasti menyenangkan” ia meminum tehnya. Kami kembali diam menikmati pantai.

“Taeng, bagaimana kalau mengajak anak-anak kerumahmu ? Ini akan lebih menghemat biaya daripada jalan-jalan ke tempat lain. Masalah beres-beres atau yang lainnya kita bisa saling membantu antar guru. Bagaimana ?” ia terlihat antusias.

“Sepertinya akan menyenangkan. Kita bicarakan pada kepala sekolah besok, bagaimana ?” aku tak kalah antusiasnya.

“Ne Taeng” kami berdua pun tertawa.

Hari sudah gelap, Sica pamit untuk pulang. Sekarang aku sendirian dengan suasana rumah baru. Aku sangat senang dan mulai menjelajahi semua sudut rumah. Setelah puas aku memilih untuk menonton tv. Sedang asyik menonton tv, aku mendengar suara aneh di ruang kamar tamu dekat dapur. Dengan ragu-ragu aku mendekati kamar tamu dan membuka pintu.

“Aaarrrrrrgggggg……

To Be Continued…..

kira-kira taeyeon liat apa yaa di kamar tamu itu ??? kita tunggu part selanjutnya yaa…. semoga critanya ngg ngebosenin yaa 🙂 anyyeonnggg

DON’T BE SILENT READER !!!!!

FULL HOUSE ~~ Part 2

Posted: January 7, 2012 in Fanfiction
Tags: , ,

annyeonggg.. author balik lagi nih bawa lanjutan fanfic yang kemaren, hehehe. maap yaa kalo ceritanya agak gak jelas :ppp Yaudah, daripada banyak omong langsung aja yaa, TEUKIDOT :pp

-LEETEUK POV-

            Aku kembali ke tempat dimana Ye eun duduk setelah beberapa  menit aku meninggalkannya ke toilet. Aku melihat Ye eun bersama seorang wanita sedang mengobrol. Aku tidak dapat melihat wajahnya karena posisinya membelakangiku. Aku mendekat kearah mereka, tiba-tiba ye eun menunjukku dengan sendok es krimnya dan wanita yang ada dihadapan Ye eun berbalik arah. Sepertinya ia sedikit terkejut melihat diriku, begitupun denganku. Aku terkejut melihatnya, karena ternyata ia adalah guru baru disekolah Ye eun. Ia tiba-tiba berdiri.

“Leeteuk-ssi…,”ucapnya kaget.

“Taeyeon-ssi,”aku membalasnya.

“Yak, oppa, onnie, kenapa kalian sangat terkejut ?,”Ye eun memasang wajah polosnya lagi.

“Ye eun-ah, kau tidak boleh memanggilnya seperti itu,” aku memarahi Ye eun lalu minta maaf pada Taeyeon.

“Gwaenchana, aku yang menyuruhnya memanggilku seperti itu,”Taeyeon sedikit tersipu.

“Aisss, jinca,” aku sedikit bingung.

“Mian, aku sepertinya harus mencari meja lain. Mian aku mengganggu kalian,”ia menundukkan kepalanya.

“Yak, onnie, kau bilang kau sendirian. Kenapa kita tidak satu meja saja,” ia menghentikan langkah Taeyeon.

“Tapi….

“Oppa, gwaenchana ?,”ia memasang wajah polosnya kembali.

“Gwaenchana Taeyeon-ssi. Tidak enak kalau kau duduk sendirian,”aku merasa sedikit aneh.

“Jinca ?,” ia memastikan. Ye eun mempersilahkan Taeyeon duduk disampingnya, aku hanya bisa  tersenyum padanya.

“Kamsahamnida,”ia tersenyum. Entah kenapa, senyumannya membuat aku sedikit tersipu. Ia memesan es krim yang sama dengan Ye eun. Sepertinya Taeyeon adalah penyuka es krim, sama seperti Ye eun. Mereka mengobrol dan tertawa. Wajahnya sangat manis ketika ia tertawa. Yak, Leeteuk apa yang kau pikirkan.

“Oppa, kenapa kau diam saja ?,” suara Ye eun mengagetkanku.

“Ani, aku hanya tidak tau mau berbicara apa,”aku menjawab seadanya.

“Leeteuk-ssi, apa kau tidak suka dengan es krim ?,”Taeyeon tiba-tiba bertanya.

“Mwo ? Es krim ? Aku tidak menyukai hal-hal yang berbau kekanak-kanakan,”aku mengatakan hal yang sebenarnya.

“Mwo ? Jadi maksudmu es krim itu kekanak-kanakan ?,”wajahnya berubah cemberut.

“Ne, hanya anak kecil dan orang yang kekanak-kanakan yang suka es krim. Dan aku tdak suka dengan orang yang kekanak-kanakan,”jawabku tanpa memperhatikan wajahnya yang berubah murung.

“Aku menyukai es krim, jadi maksudmu aku kekanak-kanakan ?,”suaranya lemah.

“Mungkin saja, Taeyeon-ssi,”jawabku datar.

“ Leeteuk-ssi, kau sebaiknya panggil aku Taeng atau Taenggo saja, aku tidak suka Taeyeon-ssi,”ia memainkan es krimnya.

“Araso, kau juga jangan memanggilku…

“Ne, oppa,”ia memotong kalimatku dengan wajahnya yang tetap murung. Entah kenapa, aku tidak menyukai wajahnya yang seperti itu.

-TAEYEON POV-

 “Ne, hanya anak kecil dan orang yang kekanak-kanakan yang suka es krim. Dan aku tdak suka dengan orang yang kekanak-kanakan.

 

“Aku menyukai es krim, jadi maksudmu aku kekanak-kanakan ?

 

“Mungkin saja, Taeyeon-ssi.

Kata-kata itu terngiang di kepalaku. Aku kekanak-kanakan. Dia tidak menyukai orang yang kekanak-kanakan. Jadi dia tidak menyukaiku ? Aiisshh, Taeng apa yang kau pikirkan. Sejak kapan kau perduli dengan pendapatnya pada dirimu ?

“Taengg, sepertinya kami harus pulang, kau bagaimana ?”leeteuk membuyarkan lamunanku.

“Nde, sepertinya aku juga harus pulang, hari sudah mulai gelap”aku melihat ke arah luar kedai.

“Baiklah, aku akan ke kasir”leeteuk berdiri dan berjalan menuju kasir.

“Oppa, aku juga akan ke kasir” aku berdiri dari kursi.

“Tidak perlu, kau temani Ye eun saja, aku akan membayar bagianmu” ucap Leeteuk meninggalkan kami.

“Nde, kamsahamnida” aku duduk kembali disamping Ye eun. Lima belas menit kemudian, Leeteuk memanggil kami untuk pulang.

“Eonni ingin pulang dengan kami ? “tawar Ye eun.

“Ooo, aniyo. Eonni pulang sendiri” aku tersenyum padanya.

“Eonni, aku boleh memelukmu ? “Ye eun terlihat malu-malu.

“Peluk ? Tentu saja boleh, “ aku membungkuk sejajar dengannya menunggu ia memelukku. Ye eun memelukku erat. Aku melirik ke arah Leeteuk, Leeteuk terlihat sedikit heran melihat Ye eun memelukku. Tiba-tiba Ye eun membisikkan sesuatu.

“Eonni, aku harap eonni bisa jadi pacar oppa,”ia tersenyum. Aku sangat terkejut dengan apa yang barusan Ye eun ucapkan padaku. Aku melirik kearah Leeteuk lagi, saat mata kami bertemu, ia memalingkan wajahnya. Aku merasa sedikit gugup mendengar ucapan Ye eun. Ye eun melepaskan pelukannya lalu tersenyum padaku.

“Annyeong eonni “ ia melambaikan tangannya padaku.

“ Kami pergi “ ucap Leeteuk lalu masuk ke mobil putihnya. Aku melambaikan tangan saat mobil bergerak meninggalkan kedai.

“Aisshh, Ye eun-ah, apa maksud kata-katamu itu “aku pun masuk mobil dan pulang.

-LEETEUK POV-

Ye eun memeluk Taeyeon ? Sejak kapan Ye eun secepat ini akrab dengan orang yang baru ia kenal. Kang Sora membutuhkan waktu yang sangat lama untuk akrab dengan Ye eun. Bahkan sampai sekarang Ye eun belum terlalu akrab dengan Sora. Lamunanku berhenti ketika aku melihat wajah Taeyeon yang sepertinya sangat terkejut. Apa Ye eun mengatakan sesuatu yang aneh padanya ? Taeyeon melirik padaku, mata kami bertemu, karena sedikit gugup, aku memalingkan wajahku. Ye eun sudah melepaskan pelukannya.

Kami segera mengucapkan salam perpisahan. Aku melajukan mobil meninggalkan Taeyeon yang masih berdiri di depan kedai. Aku merasa sedikit khawatir meninggalkan Taeyeon sendirian. Aku melirik kaca spion mobil untuk melihat Taeyeon. Aku merasa sangat lega ketika melihat Taeyeon juga melajukan mobilnya.

“Apa kau mengatakan sesuatu yang aneh pada Taeyeon ? “aku membuka suara.

“Mwo ? Aniyo. “Ye eun menyangkal.

“Jadi apa yang kau katakan ? Kau tau matanya hampir keluar “aku mengingat ekspresi Taeyeon.

“Jinca ? “Ye eun tertawa.

“Yak, apa yang kau katakan padanya ? “aku mencubit pipi Ye eun.

“Aisssshhh, oppa. Itu urusan perempuan. Dan laki-laki tidak boleh mengetahuinya “ia tersenyum penuh arti.

“Baiklah, oppa tidak akan menanyakannya lagi, “aku pun menyerah.

-TAEYEON POV-

“ Hari ini sangat melelahkan “aku merebahkan tubuh di tempat tidur setelah selesai mandi.

Badanku sangat lelah, aku harus tidur karena besok aku harus bekerja. Aku mencoba memejamkan mata, namun gagal. Aissshh, kenapa aku tidak bisa tidur. Tiba-tiba kata Ye eun terngiang dikepalaku.

“Eonni, aku harap eonni bisa jadi pacar oppa,”ia tersenyum

Aissshhh, kenapa aku harus ingat kata-kata itu lagi. Baiklah, itu hanya perkataan anak kecil, aku tidak perlu memikirkannya. Namun setiap kali aku mencoba melupakan kata-kata itu, tetap saja tidak berhasil. Akhirnya aku memutuskan mendengarkan sebuah lagu untuk melupakan kata-kata itu, dan itu keputusan yang tepat. Lima belas menit kemudian aku sudah tidak memikirkan kata-kata itu dan tertidur pulas.

-LEETEUK POV-

Pagi ini Ye eun bersikeras untuk diantar ke sekolah olehku. Aku tidak tahu kenapa, tapi mungkin saja ia senang waktu aku mengantarkannya kemarin, jadi hari ini ia ingin diantar lagi. Pagi sekali ia sudah duduk manis dimeja makan menungguku turun dari kamarku.

“Oppa, aku sudah siap. Aku berjanji tidak akan membuat oppa terlambat pergi ke kantor karena mengantarku “ ia tersenyum manis padaku.

“Jinca, baiklah. Ayo kita sarapan dulu “ aku mengambil roti dan selai.

“Dia sudah menghabiskan banyak roti dan susu pagi ini, karena terlalu lama menunggumu “ omma tiba-tiba muncul dari dapur.

“Jinca ? “ omma terlihat terkejut dengan reaksiku yang mungkin terlalu berlebihan.

“Omma, itu sangat berlebihan “ Ye eun cemberut. Aku dan omma hanya tertawa.

“Ye eun-ah, appa sarapan dulu, baru mengantarmu, ok ? “ appa baru bergabung dengan kami di meja makan.

“ Appa sarapan saja, hari ini Teuki oppa yang akan mengantarku “ Ye eun mendekat padaku.

“Ne appa, hari ini biar aku yang mengantar Ye eun “ ucapku beranjak dari tempat duduk.

“ Baiklah,  hati-hati dijalan Teuki-ah, Ye eun-ah “ ucap appa sambil memakan rotinya.

“ Ne “ kami menjawab secara bersamaan.

Aku dan Ye eun pamit untuk berangkat. Tak lupa Ye eun dan aku mencium omma dan appa sebelum pergi. Kebiasaan itu sudah kami lakukan sejak aku bergabung ke keluarga kecil ini dan tentu saja sejak Ye eun dilahirkan ke dunia ini.

-TAEYEON POV-

Aku menunggu semua murid di depan gerbang bersama Jessica. Jessica terlihat sangat gembira hari ini. Entah kenapa, tapi dia terlihat lebih ceria dan senyuman tak pernah pergi dari wajahnya.

“Sica-ah, kau sepertinya sangat gembira hari ini “ aku membuka suara.

“Ahh, apakah terlalu terlihat ? “ucapnya tersenyum.

“Ne, itu sangat terlihat, kau mau memberi tahuku ? “aku sedikit ragu dengan apa yang barusan aku katakan.

“ Baiklah, aku akan menceritakannya padamu, tapi tidak sekarang “ ucapnya terlihat sedikit berpikir.

“Arasso, kau pasti membutuhkan waktu sampai kau siap “ aku tersenyum padanya.

“Aniyo, bukan itu maksudku. Kau tau, sejak pertama kali kita bertemu aku merasa bahwa kita seperti sudah lama sekali berteman. Aku sangat susah untuk mencari teman, tapi denganmu aku merasa sangat nyaman. Jadi mana mungkin aku tidak menceritakan hal ini padamu “ ucapnya tanpa memberiku kesempatan untuk berbicara.

“Jinca ? Aku sangat senang kalau kau merasa seperti itu. Ngomong-ngomong kau mau bercerita tentang apa ? Kau baru saja jadian dengan namja tampan dan kaya ? “ aku menebak asal.

“ Aniyo, aku sudah merasakan itu 3 tahun yang lalu “ ucapnya sembari tersenyum manis.

“ Jadi ? Jangan-jangan kau….

“Ne, aku akan menikah “ ucapnya berbisik padaku.

“Jinca ? “aku sangat terkejut dengan apa yang barusan ia ucapkan. Ia masih muda namun sudah ingin menikah. Tidak sepertiku, seorang namjachingu saja tidak punya.

“ Ne, aku akan menceritakan semuanya padamu sepulang mengajar nanti. Di depan sekolah ini ada sebuah kedai, aku akan mengajakmu kesana “ia tiba-tiba melambaikan tangannya pada seseorang.

Aku melihat ke arah ia melambaikan tangannya. Leeteuk dan Ye eun baru saja keluar dari mobil. Entah kenapa, melihat Leeteuk membuatku sedikit gugup. Aku menghindari untuk menatap Leeteuk. Semua ini gara-gara perkataan Ye eun, aissshh. Kami saling memberi salam.

“Ye eun-ah teman-temanmu sudah menunggu dikelas, ayo kita ke kelas “ ucapku pada Ye eun.

“Ne, songsengnim “ ia mencium pipi Leeteuk lalu mengikutiku masuk ke sekolah. Aku berjalan beriringan dengannya. Aku tak mau berlama-lama bertatap muka dengan Leeteuk. Aku merasa ada perasaan aneh ketika berada di dekatnya.

-JESSICA POV-

Kenapa Taeyeon terlihat aneh saat Ye eun dan Leeteuk oppa tiba. Dia bahkan langsung mengajak Ye eun untuk masuk ke kelas tanpa berbincang dulu dengan Leeteuk oppa. Waktu pertama kali bertemu dengan Leeteuk oppa sepertinya tidak seperti ini. Dia bertingkah aneh. Atau hanya perasaanku saja ?

“Sica-ah, waeyo ?” Leeteuk oppa menyentuh pundakku.

“Ooh, aniyo oppa, hanya memikirkan sesuatu “ aku tersenyum.

“Wae ? Tentang Donghae ? “ ia terlihat khawatir.

“Aniyo. Bukan apa-apa “aku membalasnya cepat.

“Bagaimana persiapan kalian ?

“Sejauh ini lancar oppa, tinggal sedikit lagi dan semuanya beres “ aku sedikit bersemangat.

“Baguslah kalau begitu. Aku harus pergi dulu, annyeong Sica-ah “ ia memasuki mobilnya.

“Ne oppa, hati-hati dijalan “ aku berjalan masuk ke sekolah.

Aaahh, aku ingat kembali dengan Taeyeon. Nanti aku akan menanyakannya langsung. Aku sangat penasaran.

-AUTHOR POV-

Leeteuk sedang sibuk dengan beberapa dokumen yang ada di depannya. Tiba-tiba ketukan pintu membuatnya berhenti sejenak dan menebak siapa yang datang.

“Oppa, ayo makan siang bersama” Sora masuk ke ruangan Leeteuk.

“Hmmm, tapi….

“Oppa ini sudah saatnya kita makan siang, kau bisa melanjutkan itu nanti “Sora menunjuk dokumen-dokumen yang ada dihadapan Leeteuk.

“Baiklah “Leeteuk akhirnya menutup dokumen-dokumen itu.

“Oppa kau mau makan apa ? “Sora merangkul tangan Leeteuk.

“Terserah kau saja “Leeteuk melepaskan tangan Sora.

“Baiklah, aku tau tempat yang makanannya enak “Sora kembali merangkul tangan Leeteuk. Leeteuk akhirnya menyerah dan mengikuti Sora.

-TAEYEON POV-

Aku dan Jessica duduk di sudut kedai yang ada didepan sekolah. Makanan yang kami pesan sudah datang. Kami menikmati makanan sambil bercerita tentang kehidupan masing-masing.

“Aku akan menikah sebulan lagi” Sica memulai cerita.

“Jinca, wah cepat sekali. Calon suamimu ?

“Lee Donghae, dia seorang polisi” Sica sepertinya sedang membayangkan Donghae.

“Umurnya ?” aku sangat penasaran.

“Ia berumur 25 tahun, dan kau tau, dia berteman baik dengan Leeteuk oppa. Entah kenapa mendengarkan nama itu membuat aku tersedak.

“Gwaenchana ?” Sica menyodorkan air putih padaku.

“Gwaenchana, mian Sica-ah” aku mengambil gelas yang ia sodorkan.

“Oooh, ngomong-ngomong tentang Leeteuk oppa, kenapa hari ini dia tidak menjemput Ye eun ya ?” sepertinya dia sangat penasaran dengan reaksiku.

“Mungkin dia sedang sibuk” jawabku tidak tertarik.

“Leeteuk oppaaa…” tiba-tiba ia berteriak.

“Yakk, kenapa kau meneriakkan namanya ?” aku sedikit terkejut.

“Mian Taeng, tapi ada…

“Mwo ?” aku berbalik arah dan melihat sosok Leeteuk. Tak hanya Leeteuk, tapi juga seorang yeoja cantik merangkul tangannya. Dia tersenyum pada kami dan mendekati kami.

“Oppa, kau juga makan disini ?” ucap Sica tanpa memperdulikan yeoja yang ada disamping Leeteuk.

“Ne, kami hanya istirahat makan siang” Leeteuk melepas rangkulan tangan Sora.

“Mau bergabung ? Sepertinya lebih menyenangkan jika lebih banyak orang, ia kan Taeng ?” ia menatapku.

“Ne” hanya itu yang bisa aku ucapkan.

“ Aahh, gomawo, kau tidak keberatankan Sora ?” Leeteuk sudah duduk.

“Ne oppa” sepertinya yeoja itu sedikit kecewa.

“Oppa, ini sekretarismu yang bernama Kang Sora kan ?” Sica terlihat agak sinis.

“Oo ne, Kang Sora imnida” ia memperkenalkan diri.

“Arasso, Jung Jessica imnida, aku teman Leeteuk oppa” Sica juga memperkenalkan diri.

“Kim Taeyeon imnida” aku membungkukkan kepalaku sedikit.

Setelah acara perkenalan yang singkat, kami melanjutkan acara makan. Selama makan siang hanya Sica dan Leeteuk yang banyak menyumbangkan suara. Sora kadang-kadang ikut dalam percakapan. Aku hanya bisa diam dan tak berhentinya memasukkan makanan ke dalam mulutku. Tanpa aku sadari, Leeteuk memperhatikan aku yang sedang makan.

“Oppa, aku harus pergi sekarang, Donghae oppa sedang menungguku dirumah, Taeng aku harus pulang, annyeong” Sica pamit pada kami semua.

“Ne, titipkan salamku pada Donghae” leeteuk tersenyum pada Sica.

“Oo, mian oppa, aku juga harus pergi sekarang” aku beranjak meninggalkan mereka berdua.

“Oh ne” ia tersenyum padaku.

Namun hanya kata itu yang aku dengar dari mulutnya. Apakah sebegitu tidak pedulinya ia padaku. Ia bahkan tidak mengatakan apapun selain itu, aisshh, aku lupa, dia kan datang bersama pacarnya jadi mana mungkin ia akan perduli denganku. Aku ini terlalu banyak berharap. Sudahlah, sepertinya hari ini aku akan melanjutkan mencari rumah yang bagus. Aku mendapatkan beberapa informasi dari tetangga apartemenku mengenai lokasi rumah yang bagus. Aku segera melajukan mobil kelokasi rumah tersebut. Aku mendatangi rumah pertama di daerah Gwang-ju.

Wah, benar juga apa yang dikatakan tetanggaku, rumahnya sangat bagus dan menarik. Tapi untuk rumah yang pertama ini aku tidak terlalu tertarik walaupun aku sempat terkagum melihat isinya. Aku pindah kelokasi rumah yang kedua.

Sama seperti rumah yang pertama, rumah kedua sangat menarik. Tetapi hasilnya pun sama, aku belum merasa tertarik. Sepertinya pemilik rumah sadar akan hal itu.

“Bagaimana nona, kau belum puas dengan rumah ini ?” ia berhenti sejenak.

“Mianhe, tapi aku memang merasa seperti itu ahjumma” aku tersenyum tidak enak padanya.

“Bagaimana kalau kau ku ajak  kerumah ku yang satu lagi ? Aku yakin kau pasti akan tertarik” ia mengajakku pergi.

“Kau masih mempunyai rumah yang lebih menarik dari ini ?” aku terkejut dan memastikan.

“Ne, kajja”

To Be Continued…..

gimana yaa rumah yang ketiga ? Apa Taeyeon masih ngg tertarik ??? Truss gimana hubungan Leeteuk ama Taeyeon selanjutnya ??? Tunggu aja part selanjutnya yaa 🙂

DON’T BE SILENT READER !!!!!

FULL HOUSE ~~~ part 1

Posted: December 24, 2011 in Fanfiction
Tags: , ,

annyeong haseyo

ini fanfic pertamaku smoga suka yaa, maap yaa klo critany gimana gitu, tapi tetep baca yaa 🙂

DON’T BE SILENT READER !!!

Main cast : –  Leeteuk ( Super Junior ) as Park Leeteuk

                       – Taeyeon ( SNSD ) as Kim Taeyeon

Other cast : – Donghae (Suoer Junior) as Lee Donghae

                        – Jessica (SNSD) as Jung Jessica

                        – Ye eun ( Oh My Lady ) as Park Ye eun

                        – Kang Sora as Kang Sora

                        – etc.

-LEETEUK POV-

“Omma…Appa…,”teriak Leeteuk sambil menuruni tangga. Namun tak ada jawaban sama sekali. Leeteuk berjalan menuju kamar kedua orangtunya. Pintu kamar terbuka sedikit membuat  cahaya matahari pagi bersinar keluar dari sela-sela pintu. Ketika membuka pntu kamar, Leeteuk berdiri kaku karena terkejut dengan apa yang dilihatnya. Kedua orang tuanya terbaring kaku dengan bersimbah darah di tempat tdur. Ia mendekati kedua orang tuanya yang terbaring kaku.

“Ommaa…Appaa….,”teriak Leeteuk yang baru berumur 10 tahun sambil terisak. Lama-kelamaan semua yang ada dihadapannya menghilang. Yang dia rasakan sekarang hanyalah sentuhan hangat dari sebuah tangan mungil dipipinya.

“Oppa, waeyo ? Ahjumma dan ahjussi datang lagi ?,” Ye eun mengelus pipiku yang masih terbaring di tempat tidur.

“Ehmm, nde,” jawabku mengelus rambut gadis mungil itu.

“Yak, Ye eun-ah. Kenapa kau mengganggu oppamu ? Teuki-ah gwaenchana ?,”ucap ibu angkatku sambil mencubit hidung Ye eun.

“Gwaenchana omma, Ye eun tidak menggangguku,” jawabku tersenyum lemah.

“Omma, ahjumma dan ahjussi datang mengganggu oppa lagi,”jelas Ye eun polos. Ommanya menggelengkan kepala dan memberi isyarat pada ku untuk membicarakannya nanti.

-TAEYEON POV-

“Aku akan tinggal di sebuah apartemen kecil untuk sementara waktu, omma. Nanti aku akan membeli sebuah rumah, aku harus pergi sekarang, annyeong,”lalu aku memutuskan sambungan teleponnya.

“Aisshh, jinca. Hari ini aku akan sangat sibuk. Hari pertamaku bekerja, aku harap muridnya menyenangkan,”ucapku  sambil menghabiskan roti.

-LEETEUK POV-

“Apakah kau ingin menceritakannya pada omma ?,” Tanya ommaku sambil mnyiapkan sarapan.

“Mereka selalu datang padaku setiap malam omma, saat aku pertama kali melihat mereka terbunuh,”jelasku lrih.

“Gwaenchana. Suatu saat nanti semuanya akan terbongkar,” omma memelukku.

“Tapi, aku tidak yakin omma. Sudah 18 tahun kejadian itu berlalu tapi hasilnya tdak ada. Tidak ada jawaban yang aku dengar. Omma memelukku lebih erat.

“Omma, aku juga ingin ikut berpelukan,”ucap Ye eun tiba-tiba. Omma melepaskan pelukannya.

“Ye eun-ah, kau sudah membangunkan appa ?,”Tanya omma.

“Nde, appa sedang mandi sekarang,”jawabnya mendekat padaku. Lalu ia memelukku. Aku membalas memeluknya dan mencium pipinya.

“Ye eun-ah kau harus mandi sekarang, nanti kau akan terlambat,” omma melepas pelukan kami.

“Nde,” jawabnya cemberut.

“Ye eun-ah kau mandi dulu. Nanti oppa akan mengantarmu ke sekolah,” bujukku padanya.

“Jinca ? Nde oppa,”jawabnya mencium pipiku.

-TAEYEON POV-

“Wah kenapa aku merasa gugup, bukannya hal seperti ini memang sudah pekerjaanku,”aku berbicara pada diriku sendiri.

“Taeyeon-ssi, apakah kau guru baru yang disebut kepala sekolah ?,”seorang wanita cantik mendekatiku.

“Nde, annyeonghaseyo. Kim Taeyeon imnida,”aku memperkenalkan diri.

“Nde, Jung Jessica imnida,”ia tersenyum ramah padaku. Kami mengobrol di gerbang sekolah sambil menunggu anak-anak. Satu persatu dari mereka sudah tiba. Aku sangat senang melihat anak-anak. Mereka sangat manis. Setelah setengah jam menunggu, aku memutuskan untuk masuk ke sekolah.

“Taeyeon-ssi, sepertinya ada satu murid yang belum datang. Namanya Park Ye Eun. Dia adalah salah satu muridmu, dan memang ia sering datang sedikit terlambat,”jelasny padaku.

“Nde, aku akan menunggunya disini. Jessica-ssi, kau tidak perlu memanggilku Taeyeon-ssi. Kau bisa memanggilku Taeng atau Taenggo, itu lebih baik,”aku tersenyum ramah.

“Ohh, nde. Kau juga bisa memanggilku Sica,”balasny tersenyum. Bersamaan dengan itu sebuah mobil berwarna putih berhenti di depan kami. Seorang laki-laki turun dari mobil dan membuka pintu yang lainnya. Wajahnya sangat tampan, penampilannya pun sangat menarik.

“Annyeonghaseyo Sica songsengnim,”gadis mungil itu menyapa Jessica.

“Annyeonghaseyo Ye-eun-ah. Annyeonghaseyo Oppa,”sapa Jessica pada dua orang yang ada dihadapanku. Mwo, oppa ? Apakah Sica sudah sangat akrab dengannya, pikir Taeyeon.

“Annyeonghaseyo Sica-ah. Mian hari ini Ye eun telat lagi,”jelasnya sambil mengusap rambut Ye eun.

“Gwaenchana. Ye eun-ah, Leeteuk oppa, kenalkan ini guru baru disini,”ucap Jessica ke arahku.

“Annyeonghaseyo, Kim Taeyeon imnida,”aku membungkukkan kepala.

“Annyeonghaseyo, Park Leeteuk imnida, aku adalah kakak Ye eun,”jelasnya yang membuat aku lega karena ia bukan ayah dari Ye eun.

“Annyeonghaseyo Park Ye Eun imnida. Taeyeon songsengnim, kau sangat cantik,”puji Ye eun yang membuat pipiku memerah.

“Ye eun-ah, kamsahamnida,”ucapku sambil mencubit pipinya. Aku melirik pada Leeteuk yang sedang melihat ke arahku. Aku merasa jantungku berdetak cepat ketika mata kami bertemu.

“Sica-ah, Taeyeon-ssi, aku harus pergi. Tolong jaga Ye eun. Ye eun-ah, kau jangan nakal. Annyeong,” ia pamit sambil mencium pipi Ye eun.

“Annyeong,” jawab kami bersamaan. Bersamaan dengan itu, mobil Leeteuk yang berwarna putih menjauh dari gerbang sekolah. Aku membawa Ye eun ke kelas, tangan Ye eun menggenggam tanganku erat. Sepertinya hari-hariku akan menyenangkan, aku tersenyum kepada diriku sendiri.

-LEETEUK POV-

“Selamat pagi Leeteuk-ah. Ada yang ingin bertemu denganmu,”ujar seorang perempuan padaku.

“Aisshh, Sora-ssi kau sudahku peringatkankan. Jangan memanggilku seperti itu dikantor,”perintahku sambil tetap menatap dokumen-dokumen yang ada di meja.

“Mianhe, Pak,”jawabnya cemberut.

“Nde, persilahkan tamunya untuk masuk ke ruanganku,” perintahku menutup dokumen-dokumen itu.

“Annyeonghaseyo hyung,”ucap laki-laki itu masuk ruangan.

“Ooh, Donghae-ah, ottohke ?,”tanyaku menyuruhnya duduk.

“Mianhe hyung. Tidak ada perkembangan,”ucapnya datar.

“Sepertinya sangat sulit, sudah 18 tahun tapi tidak ada hasil apa-apa,”ucapku menghela napas.

“Mianhe hyung, timku sudah berusaha semampu mereka,”ucapnya simpati.

“Gwaenchana, itu memang sangat sulit,”tatapanku kosong.

“Tapi kami akan terus berusaha,”jawbnya bersemangat.

“Tadi pagi aku bertemu dengan Sica. Bagaimana dengan persiapan pernikahan kalian,”ucapku mengalihkan pembicaraan.

“Semuanya lancar hyung, baiklah, aku harus pergi sekarang. Aku dan Sica harus mengurusi beberapa hal. Annyeong hyung,”ucapnya meninggalkanku.

“Baiklah. Aku juga harus menjemput bidadari kecil,”ucapku pada diri sendiri.

-TAEYEON POV-

            Akhirnya hari pertama kerjaku berjalan dengan lancar. Semua murid disini sangat menyenangkan. Aku harus segera pulang. Aku harus mencari rumah, aku tidak ingin mendengar ibu mengomeliku lagi karena aku tinggal di apartemen kecil itu. Aku berjalan menuju gerbang, sepertinya masih ada murid yang belum pulang. Aku mendekatinya.

“Ye eun-ah, kau belum pulang ?,”aku menunduk sejajar dengannya.

“Taeyeon songsengnim,”ucapnyan kaget.

“Appamu belum menjemputmu ?,”tanyaku sekali lagi.

“Appa tidak bisa menjemput. Oppa yang akan menjemputku,”senyum terpasang diwajahnya.

“Jinca ? Kapan oppamu akan datang ?,”aku membalas senyumnya.

“Molla,”ia melihat ke arah gerbang.

“Hmm, kau mau kalau songsengnim yang mengantarmu pulang ?,” aku menunggu jawabannya.

“Tidak perlu songsengnim, itu oppa sudah datang,”ia menunjuk sebuah mobil berwarna putih.

“Annyeonghaseyo, aku datang menjemput Ye eun,” ia membungkukkan kepalanya.

“Nde, sepertinya kau telat menjemputnya. Sekolah sudah sepi,”aku melihat ke sekitar.

“Mianhe, mianhe Ye eun-ah,”ucapnya padaku lalu pada Ye eun.

“Gwaenchana oppa, taeyeon songsengnim menemaniku,”ia melirik padaku.

“Kamsahamnida Taeyeon-ssi,”leeteuk tersenyum padaku.

“Ne, Ye eun-ah sekarang kau bisa pulang,”aku menunduk tersenyum pada Ye eun.

“Kamsahamnida songsengnim, annyeong,”Ye eun melambaikan tangannya padaku.

Mobil berwarna putih itu meninggalkan pelataran sekolah. Aku pun berjalan menuju ke tempat dimana aku memarkirkan mobilku.

-LEETEUK POV-

“Kami pulang,”omma menyambut kami dengan aroma makanan yang sangat enak.

“Yak, teuki-ah kau membuat Ye eun menunggu sendirian disekolah ? Seharusnya kalian sudah dirumah sejak 30 menit yang lalu,”omma memarahiku sambil menyiapkan makanan.

“Mianhe omma, Ye eun sepertinya tidak apa-apa,”aku mencicipi makanan yang sudah disiapkan omma.

“Yak, kw…,”omma belum sempat menyelesaikan kata-katanya.

“Gwaenchana omma, aku ditemani guru baru yang sangat cantik saat oppa belum menjemputku,”Ye eun mengikutiku mencicipi makanan.

“Yak, kalian harus mengganti pakaian terlebih dahulu,” teriak omma pada kami, kami berlari mennggalkan omma.

“Waeyo ?,”appa baru keluar dari kamar.

“Aisshh, dua anak itu sama saja,”omma terlihat kesal, appa mengerti apa yang sedang terjadi.

-TAEYEON POV-

Hari ini aku harus melihat beberapa rumah. Aku berharap menemukan rumah yang bagus secepatnya. Aku mendatangi rumah pertama yang berlokasi di GuMiDong, BunDang, SungNam.

Setelah puas melihat-lihat rumah yang pertama, aku memutuskan melhat rumah yang kedua yang terletak tidak jauh dari rumah pertama.

Kedua rumah yang sudah kulihat sangat menarik dan mewah. Sepertinya semua orang pasti menyukai desain rumah tersebut. Namun, entah kenapa aku merasa kurang tertarik pada kedua rumah tersebut. Aku melanjutkan untuk melihat rumah yang ketiga.

Masuk ke rumah yang ketiga, aku berharap menemukan sesuatu yang berbeda. Namun, justru rumah yang ketiga sangat tidak menarik bagiku. Semua desain rumah sangat menarik, mulai dari dapur, ruang keluarga sampai kamar. Namun entah kenapa, semua ruangan bernuansa hijau, itu yang membuatku kurang tertarik. Aigoo, hari ini sangat melelahkan, tapi aku belum bias menemukan rumah yang sesuai. Aku sudah merasa sangat lelah. Aku akan melanjutkannya lain waktu saja. Tanpa disadari, aku melajukan mobil ke sebuah kedai es krim yang bernama Green Tea Ice Cream yang tidak jauh letaknya dengan rumah terakhir yang aku lihat.

Aku masuk ke kedai itu mencari tempat duduk. Ketika mencari tempat, aku melihat sosok anak kecil yang aku kenal sedang duduk sendirian dengan segelas ice cream di depannya. Ia menyuapkan es krim itu ke mulutnya. Aku mendekatinya dan duduk didepannya.

“Annyeong Ye eun-ah,”ucapanku sedikit mengagetkannya.

“Aigoo, songsengnim,”ucapnya menurunkan sendok es krimnya.

“Aissh Ye eun-ah, jangan memanggilku songsengnim di luar sekolah. Aku ini jauh lebih muda dari oppamu,”aku sedikit cemberut sambil mengingat percakapanku dengan Jessica.

Sica-ah, aku ingin menanyakan sesuatu padamu,”suaraku sedikit ragu.

 

“Waeyo ?,”ia tersenyum ramah.

 

“Ini tentang Leeteuk-ssi. Aku hanya ingin tahu berapa usianya. Sepertinya jarak umur Leeteuk-ssi dengan Ye eun sangat jauh,” aku bertanya sangat hati-hati.

 

“Ne, usia mereka memang sangat jauh. Tahun ini Leeteuk oppa berumur 28 tahun. Sedangkan Ye eun baru berumur 10 tahun (4 SD ceritanya),”jelasnya tanpa melihat ke arahku.

 

End Flashback

“Jinca ? Apa aku boleh tahu umur songsen…maksudku onnie sekarang berapa ?,”ia memasang wajah polosnya.

“Umur onnie sekarang 22 tahun. Jadi kalau kta bertemu diluar sekolah kau harus memanggilku onnie, araso ?

“Ne onnie,”kami tertawa.

“Ye eun-ah apa kau dating kesini sendirian ?,”aku mendekatkan wajahku padanya.

“Aniyo,”ia kembali menyuapkan es krimnya.

“Jadi kau sedang bersama siapa ?,”aku kembali bertanya. Ia tidak menjawab pertanyaanku, ia hanya menunjuk kea rah belakangku menggunakan sendok es krimnya. Aku berbalik arah kea rah Ye eun menunjukkan sendoknya. Aku sangat terkejut melihat sosok yang ada di depanku. Aku tiba- tiba berdiri.

“Leeteuk-ssi…

to be continued…

gimana yaa kelanjutannya ? tunggu chap selanjutnya yaa 🙂

leave your comment plis………… 🙂

TuekHyun

Posted: April 2, 2011 in Fanfiction
Tags:

Sebenernya FanFict ini bukan admin yang buat. Ini adalah FanFict yang dibuat dongsaeng admin  khusus buat admin :)) Buat Tantri Eunhyukminho Elfshawol jeongmal gomawoyo buat FanFict dan doanya :DDD *saranghaeyo*

credit : Tantri Eunhyukminho Elfshawol

Selamat membaca, semoga suka yaaa,,,

FF ini untuk Onnieku, semoga siap untuk Ujiannya…

Hwating eon…

 

Leeteuk POV

Perkenalkan nama ku Park Jung Soo, aku adalah leader dari boysband asal korea yang sedang terkenal yaitu Super Junior, tugasku sangat lah berat. Tapi aku senang mempunyai dongsaeng-dongsaeng seperti mereka. Suatu hari saat aku dan Eunhyuk akan pergi ke suatu acara yaitu Sukira, aku melihat seorang gadis. Dia sangat cantik,dan manis walau samar-samar aku melihatnya. Aku memandanginya dari jendela apartemenku.

“Hyung, ada apa? Mengapa kau melihat ke jendela? Apa kau lupa bahwa kita harus ke Sukira sekarang?” Tanya Eunhyuk mengagetkanku.

“Ah. Ani, ayo kita berangkat.” Jawabku tanpa mengalihkan tatapanku pada gadis itu.

“Aish, hyung sampai kapan kau akan di situ? Ayolah.” Ajak Eunhyuk lalu menarikku keluar. Saat di luar aku mencari gadis itu tapi tidak ku temukan dia. Aku berharap dia akan datang lagi besok. Saat perjalanan aku pun melamun memikirkan gadis itu, ‘siapa gadis itu? Cantik sekali dia’ dari tadi hanya itu yang sedang ada di pikiranku. Saat siaran pun aku kurang berkonsentrasi, Eunhyuk bertanya ada apa denganku tapi aku menjawab dengan senyumku saja.

 

Hyun Bin POV

Aku sedang berrjalan-jalan di taman dekat dorm Super Junior, aku berharap sih dapat bertemu dengan idolaku, tapi kurasa itu hanya hayalanku saja. Aku duduk di bawah pohon, lalu mengeluarkan ipod putihku. Aku menyalakan lagu kesukaankku marry u dari super junior. Ponselku bergetar aku mengangkatnya, lalu berlari menuju halte bus. Aku pulang karna oppaku bilang sebentar lagi acara kesukaanku mulai.

***

Aku sampai di rumah, lalu berlari menuju kamarku. Aku langsung menyalakan radio yang berada di kamarku, aku menunggu acara itu mulai dan jengjeng acara yang ku tunggu-tunggu pun mulai. Aku senang mendengar suara itu, tapi aku rasa ada yang berbeda dengan nada suaranya sekarang,’ apa yang sekarang sedang dia pikirkan sampai-sampai dia tidak berkonsentrasi saat membawakan acara Sukira?’ pertanyaan itu yang sedang aku pikirkan. Acara itu pun selasai, aku berbaring di tempat tidur dan terlelap tidur.

Author POV

“Aku merasa aneh dengan sikap Leeteuk hyung tadi di Sukira. Dia tidak bisa mencerna apa yang aku katakan. Kau merasa aneh tidak.” Tanya Eunhyuk kepada anjingnya.#Setres mas? Anjing di ajak ngomong# “Choco, jawab dong. Ya sudah kalau kau tidak mau menjawabnya. Aku mau tidur. Kau tidur sana.” Kata Eunhyuk lalu menaruh anjingnya di tempat tidur choco.

Hyun Bin POV

Hari ini seperti biasa, aku pergi ke kampus, sebenarnya kelasku akan mulai 1 jam lagi. Tapi demi sahabatku, aku rela melakukan ini semua. Sahabatku bernama EunRi, kami sama-sama ELF kami bersahabat sudah 2 tahun ini. Dia menyuruhku untuk menemaninya mengerjakan tugasnya. Aku sangat binggung dengannya, mengapa dia sangat senang mengerjakan tugasnya di kampus. Sudahlah aku tidak peduli, kami janjian di kantin sekalian aku sarapan karna belum sempat sarapan tadi pagi.

“Kau sudah menungguku dari tadi?” Tanyaku sambil duduk di sebelahnya

“Ani. Aku baru datang kok, kau pesanlah makan. Aku tau kau belum sarapan kan?” Tanyanya tanpa berpaling dari laptop hijaunya itu. Aku memesan makanan 2 porsi, karna aku tau, dia pasti juga belum sarapan.

“Memang, ada tugas apa lagi sih? Sampai-sampai kau harus mengerjakannya hari ini.” Tanyaku, yang tumben sekali dia bilang hari ini harus selesai

“Sebenarnya di kumpulkan lusa, tapi kau tau aku kan? Aku tidak bisa menunda pekerjaan” Jawabnya, lalu makanan kami tiba. Aku menyodorkan makanan itu kepadanya. Dia menutup laptop hijaunya lalu memakan makanan yang kuberi tadi. Kami saling diam tanpa kata.

“Kau pernah bilangkan kepadaku, bahwa kau memiliki oppa tiri. Aku belum pernah bertemu denganya, apa dia tidak tinggal bersamamu?” Aku membuka pembicaraan

“Ani, dia tidak tinggal dengan ku. Dia tinggal sendiri.” Jawabnya setelah menelan makanan yang di mulutnya

“Oh, memang kenapa?” Tanya ku mulai penasaran.

“Seminggu lagi hari ulangtahunku, kau pasti akan tau jawabannya.” Jawabnya dan membuatku binggung

“Maksudmu apa? Aku tidak mengerti. Kenapa harus hari ulangtahunmu?” Tanyaku

“Sudah kau tunggu saja.”

Author POV

“Hyung, tanggal 4 besok kau ada acara tidak?” Tanya Eunhyuk kepada Yesung.

“Em, sepertinya tidak. Ada apa?” Jawab Yesung

“Ani. Kata Leeteuk hyung dia tidak bisa siaran Sukira, jadi aku mengajakmu.” Jawab Eunhyuk

“Memang dia mau kemana? Bukannya tanggal itu kita sama sekali tidak ada acara ya?” Yesung mulai binggung, Eunhyuk hanya mengangkat bahunya saja.

Eunhyuk keluar dari dorm dan dilihatnya Kyuhyun sedang berjalan gontai, Eunhyuk tidak yakin untuk bertanya kepadanya. Ia hanya  membiarkannya masuk ke dorm. Dia tau kyuhyun sedang lapar dan mungkin sedih. ‘tumben tuh orang sedih. Kesambet setan apa ya’ pikir Eunhyuk.

Leeteuk POV

“Yeobaseo… Ne saeng, oppa akan datang. Apakah oppa bisa membawa teman-teman oppa?… Ne saeng, gomawo…. Annyeong.” Aku menutup ponselku dan memasukkannya kedalam katung celanaku. Seminggu lagi adikku ulangtahun, apa yang akan ku berikan kepadanya? Aku masukke dorm dan kulihat Yesung, Kyuhyun,dan Ryeowook sedang menonton tv.

“Hyung, tanggal 4 kau akan kemana?” Tanya Yesung membuka pembicaraan

“Ah, aku mau kepesta ulangtahun adikku, kau mau ikut?” Tawarku kepadanya

“Aku ikut hyung, bolehkan.” Kyuhyun memohon kepadaku, aku mengangguk

“Aku ingin ikut sih hyung, tapi Eunhyuk sudah mengajakku siaran Sukira.” Jawabnya dengan kecewa

“Kau menyusul saja. Kau tau rumahku yang dulukan? Pesta ini juga tertutup tidaak untuk umum, yang di undangnya hanya teman dekatnya saja.” Jawabku

“Adikmu yeoja atau namja hyung?” Tanya seseorang yang baru masuk dari pintu dorm

“yeoja. Memang kenapa?” Tanyaku kepadanya.

“Kenalkan aku ya hyung.” Jawabnya

“Aish, dasar MONKEY. Aku tidak rela adikku kau pacari, bisa-bisa kau meyadonginya lagi.” Jawabku terkeke

“Yak, hyung kau ini. Hyung bukannya kau tidak memiliki adik perempuan ya?” Jawab Eunhyuk lalu duduk du samping Kyuhyun

“Dulu, tapi sekarang punya. Karna appaku menikah dengan eommanya.” Jelasku kepadanya. Aku pergi ke dorm bawah untuk tidur, hari yang melelahkan aku sangat lelah hari ini. Aku melihat Heechul sedang memangku kucingnya itu di sofa. Aku tidak menghiraukannya, aku langsung masuk ke kamarku untuk tidur.

Hyun Bin POV

“yeobaseo… ah, ne… baiklah besok aku akn kerumahmu. Annyeong:” aku menutup ponselku, aku janji akan ke rumah EunRi besok untuk membantunya membeli keperluan pesta. Pesta ualngtahunya tinggal 2 hari lagi. Aku sudah kenal dekat dengan keluarganya kecuali satu yaitu oppanya, tau namanya saja tidak, apalagi wujudnya. Aku jadi penasaran dengan oppanya, ‘siapa sih dia? Kenpa tidak tinggal dengan keluarganya.’ Hanya pertanyaan itu yang selalu ada dalam pikiranku. Aish bisa gila aku memikirkan itu, EunRi suka sekali sih membuatku penasaran. Liat saja Ri~ah akan ku balas nanti. Tapi kenapa setiap aku ingin membalasnya, pasti sudah dia tebak duluan. Ah masa bodo, aku ngantuk aku mau tidur besok harus bangun pagi dan pulang malam nih. Huh.

***

Ponselku bordering, pasti EunRi membangunkanku. Aish ini anak suka sekali menggangguku.

“yeobaseo.. Ne, aku bangun.. Sabarlah, aku mandi dulu. Ne. annyeong.” Aku menutup ponselku dan beranjak bangun dari tempat tidur dan menuju kekamar mandi. Aku sarapan lalu meminta izin untuk pergi, eomma dan appa tidak keberatan tapi oppaku yang satu ini sangat cerewet aku tidak menghiraukannya. Aku pergi kerumah EunRi, aku memanggil eomma dan appanya EunRi dengan panggilan eomma dan appa, mereka sangat baik kepadaku.

“annyeong appa. EunRinya ada appa?” tanyaku kepada namja separuh baya itu, dia tersenyum dan menggangguk. Aku langsung masuk dan menuju ke kamar EunRi, tanpa mengetuk pintunya aku langsung masuk. Aku memeluknya dari belakang

“Aish, apaan sih kau, lepaskan aku.” Aku melepakan pelukanku kepadanya, aku hanya tertawa geli saat melihat raut wajahnya itu.

“apa yang kau tertawakan? Sudah ayo kita berangkat.” EunRi menarik tanganku, aku dan dia pamit kepada eomma daan appanya, seperti biasa EunRi membawa mobil warna hijaunya, kami ke mall terbesar di Seoul kami berbelanja keperluan pesta. EunRi mengadakan pesta itu hanya untuk keluarga dan teman dekatnya saja. Aku tau saja kalau dia tidak suka keramaian, jadi aku tidak heran.

“Habis ini kau ada acara?” Tanyanya tanpa memalingkan matanya dari jalan

“Em, ani. Kau mau mentraktirku makan malam ya?” Jawabku dan dia mengangguk

“Kau ku antar pulang dulu, nanti malam akan ku jemput lagi.” Jawabnya lalu berhenti di depan gerbang rumahku, aku turun dari mobilnya, memang hari ini masih siang jadi aku masih leluasa untuk tidur dulu.

Leeteuk POV

“Hyung, besok kau akan menggunakan baju apa?” Tanya kyuhyun

“Entah lah.” Jawabku tak acuh

“Menurutmu aku memakai apa hyung? Warna hitam atau putih?” tanyanya lagi

“aish, kenapa kau repot sekali sih?” tanyaku kesal

“hehe, mian hyung.” Jawabnya lalu keluar dari kamarku. Ponselku berbunyi, aku melihat nama EunRi di layar ponselku. Aku menjawab telpon itu

“Yeobaseo, hah? Ne aku usahakan datang lebih awal. Aku mengajak 9 orang teman. Masih bisakan? Ne. annyeong” adikku yang satu ini memang cerewet sekali, tapi aku tetap menyayanginya. Appaku menikah dengan eommanya 2 tahun yang lalu, dulu dia tidak setuju akan pernikahan itu, karna dia takut mempunyai oppa tiri. Setelah 2 bulan pernikahan appa dan eomma dia bisa menerimaku dengan senang hati. Aku bersusah payah untuk menghilangkan cap bahwa oppa tiri itu semua jahat. Akhirnya beginilah, kami masih saling berkomunikasi walau lewat telepon, tapi aku selalu menyempatkan diri untuk main kerumah.

Author POV

“Appa, besok keluarga kita siapa saja yang datang?” Tanya EunRi

“Banyak, tapi ada beberapa yang tidak bisa datang. Konsepmu tetap ingin seperti itu?” Tanya appa EunRi

“Ne, oppa. Aku ingin membuat kejuatan untuk Leeteuk oppa. Aku memadukan warna putih, hijau dan biru. Putih untuk dekorasinya, hijau untuk taman belakang, dan biru balon-balon yang akan aku pasang.” Jawab EunRi dengan bersemangat

“Baiklah, bila itu maumu. Apa kau akan mengundang artis untuk pestamu? Appa akan menyiapkan dana yang kau butuhkan.” Tawar appanya

“Gomawo appa, aku rasa tidak usah, karna pesta ini hanya pesta kecil-kecilan saja.” Jawab EunRi

“Kau memang anak yang baik, bagaimana oppamu? Dia akan datang kan?” Tanya appanya

“Ne appa, tadi aku sudah menelponnya.” Jawab EunRi. Setelah berbincang-bincang dengan appanya, ponselnya bordering, EunRi mendapatkan pesaan singkat dari oppanya

To: EunRi

By: Leeteuk

Nanti siang kau bisa menemuku? Sekitar jam 2, aku tunggu di taman kota.

EunRi melihat jam tangannya, lalu bergegas lari kedalam kamarnya. Dia bersiap-siap untuk pergi, karna sekarang sudah jam 1. ‘aish oppaku ini sangatlah meenyebalkan, selalu begitu. Kalau aku telat pasti dia ngomel’ selama perjalanan dia berfikir itu

***

Aku menunggu oppaku di bangku taman yang biasa kami duduki berdua, dia lari dari sebuah apartement yang dia tempati. Dia keluar dari apartementnya menggunakan kacamata hitam topi dan syal

“annyeong yeoja cantik.” Sapanya

“Annyeong oppa, kau telat 5 menit.” Jawabku mengingatkan

“Mianhae saeng, aku keluar tuh susah. Kau sudah menunggu lama?” tanyanya lalu duduk di sebelahku

“Ne, sampai-sampai aku lumutan. Ada apa oppa kau menyuruhku kesini?” tanyaku kepadanya

“Aku hanya mau melihat wajahmu saja, aku kangen dengan saengku ini.” Lalu dia memelukku

“Aish oppa, kau ini aneh sekali, besok kita bertemu tau. Sudah, sebagai gantinya kau harus mengantarkanku untuk membeli keperluan pesta besok. Arra?” Jawabku lalu melepaskan diri dari pelukannya

“Ne, arraseo. Memang mau kemana?” Jawab leetuek

“kemana saja yang aku mau.” EunRi menarik tangan oppanya.

Leeteuk POV

Aku menemani adikku membelikeperluan untuk pestanya, dia membeli jas putih dan membeli dua gaun yang satu berwarna biru dan satu lagu berwarna hijau. Aku heran kenapa dia membeli gaun berwarna biru, untuk siapa gaun itu?

 

“Oppa, ini untukmu, jangan lupa kau pakai di pestaku ya.” Dia menyodorkan bungkusan yang tealh di bayarnya tadi.

“hah? Apa ini?” tanyaku sambil membuka bungkusan itu

“Isinya BOM. Ya jas yang ku beli tadilah oppa, kau ini.” Jawabnya

“Haha, iya-iya. Akanku pakai nanti. Kau lapar tidak? Makan yuk” Ajakku

“Mau makan dimana oppa? Kau yang traktirkan?” Jawabnya sambil senyum-senyum

“Ne, di tempat biasa oppa dan member Suju makan saja. Mau tidak?” Dia mengangguk

 

***

Kami selesai makan siang, EunRi mengantarku kembali ke dorm. Aku pun masuk kedalam dorm, aku langsung menuju lantai 11 dan membawa bungkusan dari EunRi kedalam kamarku. Hari ini aku sangat lelah, bagaimana besok ya? Aku terlelap tidur.

Hyun Bin POV

Aku sedang duduk-duduk di pinggir kolam renang sambil membaca buku novel Harry Potter, aku sangat menyukai karakter Hermione karena dia sangat pandai.

 

“Hei kau, nanti bila kecebur gimana?” Tanya seseorang dari belakang ku, aku menoleh ke arah suara tersebut.

“eh, kau. Ada apa?” Aku menutup buku yang tadiku baca, dia menyodorkan suatu bungkusan.

“apa ini?” tanyaku sambil membukanya

“Isinya bom.” Jawabnya cuek

“kalau bom kenapa kau kasih ke aku? Ini gaun buat apa?” jawabku mulai gedek dengan tingkahnya

“biar kau meledak.” Jawabnya sambil duduk di sebelahku

“haha, kau belum menjawab pertanyaanku yang satu lagi.” Jawabku

“Oh, ya buat kau pakai lah. Kau pakai di pestaku besok.” Aku mengangguk pelan, dia beranjak dari duduknya

“ya sudah, aku pulang. Aku mau tidur. Sampai jumpa besok, ingat jangan sampai telat” teriaknya dari dalam rumah. Entah mengapa aku tidak bisa marah dengannya, pernah marah tapi cuma sebentar, paling lama 1 hari. Dia sudah seperti saudaraku sendiri, jadi aku tidak bisa marah lama-lama dengannya.

 

***

Hari ini aku dandan secantik mungkin, walau aku yakin tidak akan ada yang berubah sedikitpun dariku. Aku bersiap-siap untuk berangkat ke rumah EunRi, karna pestanya akan mulai 1 jam lagi. Aku memakai gaun berwarna biru yang diberikan oleh EunRi+sepatu yang menurutku pantas untuk dipakai ke pesta. Aku tidak mau datang terlambat ke pesta ulangtahunnya, karna aku tidak mau mengecewakannya. Aku memacu mobilku seperti biasa, aku tidak suka ngebut #takut ya?#

Aku sampai di depan rumahnya, aku melihat beberapa mobil sudah terparkir di depan rumahnya dengan rapih. Aku turun dari mobilku dan masuk kedalam. Aku menghampiri EunRi yang sedang mengobrol dengan seorang namja, aku tak bisa melihat wajah namja tersebut karna dia membelakangiku. Aku menghampirinya dan memberikan kado yang sedari tadi aku genggam.

“HyunBin, gomawo. Oya ini oppaku. Oppa ini Choi Hyun Bin dia sahabatku yang tadiku ceritakan.” EunRi memperkenalkanku kepada  oppanya, aku membalikkan badan dan ternyata dia adalah Park Jung Soo atau yang lebih dikenal dengan nama Leeteuk.

Leeteuk POV

Aku sedang ngobrol dengan EunRi tentang sahabtanya, lalu seseorang menghampiri kami dan memberi selamat kepada EunRi. Aku melihat gaun yang dikenakannya seperti gaun yang dibeli oleh EunRi waktu itu.

“HynBin, gomawo. Oya ini oppaku. Oppa ini Choi Hyun Bin dia sahabatku yang tadiku ceritakan.” EunRi memperkenalkanku kepada sahabatnya, gadis itu membalikan badannya dan ternyata gadis itu. Gadis yang kulihat di taman waktu itu, ternyata dia sahabat adikku. Astaga dunia ini memang sempit.

 

“Annyeong, Park Jung soo imnida.” Aku sedikit membungkukkan badan

“Annyeong, Choi Hyun Bin imnida.” Sapanya

“Aku tinggal sebentar ya?” EunRi meninggalkan kami berdua, aku ngobrol panjang lebar dan ternyata dia seorang ELF yang mengidolakanku. Aku senang sekali karna aku mempunyai kesempatan untuk mendekatinya. Pesta berlangsung sangat meriah, aku dan member SUPER JUNIOR yang lain diminta naik kepanggung dan menyanyikan sebuah lagu untuk semua. Kami semua bernyanyi lagu kmi yang berjudul shinning star, karna aku tau EunRi sangat menyukai lagu itu. Lalu sungmin bernyanyi sendiri dia membawakan lagu baby baby.

***

Kami semua pulang ke dorm, selama perjalanan pulang mahluk yang bernama Lee Hyuk Jae tidak bisa diam, dia selalu bertanya tentang EunRi. Aku tidak memperdulikan ocehannya, sampai-sampai dia sebal denganku. Aku sedang sibuk dengan pikiranku sendiri, tentang gadi yang aku lihat di taman dan di pesta tadi, gadis itu bernama Choi Hyun Bin. Dia adalah sahabat adikku, ‘mengapa selama ini aku tidak tau? Babo sekali aku.’ Kataku dalam hati.

 

“Hyung kau sedang ,memikirkan sesuatu?” Tanya Donghae yang duduk tepat di sebelahku

“Ah? Tadi kau tanya  apa?” tanyaku kepadanya

“tadi aku bertanya apakah hyung sedang memikirkan sesuatu?” Tanyanya lagi

“Oh, ani. Aku tidak memikkirkan sesuatu.” Jawabku mengelak

“Hyung kau jangan bohong padaku. Aku tau kau sedang memikirkan sesuatu.” Tanya donghae dengan nada sok tau

“Ani. Aku benar2 tudak ada masalah Lee Donghae.” Jawabku dengan nada meyakinkan, dia mengangguk tapi raut wajahnya tetap menunjukkan dia ingin tau apa yg sedang aku pikirkan.

***

Aku teringat akan suatu hal, semalam aku bertukar nomer HP. Kenapa aku baru ingat ya? Aku segera meraih ponselku yang berada di atas kasur, aku mencari namanya dan ketemu. Aku ingin menghubunginya tapi aku malu, bagaimana ini?

 

“Hyung, sedang apa kau?” Tanya Donghae

“Kau belum rabun kan?” tanyaku kepadanya, dia menggeleng

“Ya berarti kau melihatkan aku sedanng apa?” Dia mengangguk dan menghilang dari pintu kamarku. Itu anak sepertinya penasaran sekali dengan apa yang terjadi denganku. Aku bangkit dari dudukku lalu berjalan ke arah taman. Aku melihat dia kembali di sana, sebenarnya apa yang sedang ia lakukan disana?

Hyun Bin POV

Aku sedang di taman depan dorm Super Junior, entah mengapa aku jadi sering ke taman ini. Aku kangen dengan wajahnya, senyum manisnya, lesung pipitnya dan aigooo aku sangat kangen dengan gaya bicaranya di atas panggung. Sebenarnya semalam aku sudah bisa bertemu langsung dengannya, dan yang tidak di duga2 dia adalah oppa dari sahabatku sendiri, sebenarnya aku ingin sekali marah pada EunRi karna dia tidak memberitauku bahwa Leeteuk oppa adalah oppa tirinya, dasar sahabat jahat. Padahal dia tau kalo aku ngefans gak cuma ngefans malah jatuh cinta sama oppanya itu. Tapi aku tidak bisa marah padanya nanti malah aku gak boleh deket2 sama oppanya lagi. Tuhan terima kasih Engkau sudah bebaik hati menurunkan Angel seperti Leeteuk dan EunRi. Mereka berdua adalah orang-orang yang sangat ku sayangi. Ponselku bordering aku melihat layar ponselku nomer siapa ini?

“Yeobaseo.. Ne, siapa ini?… Oppa, kau rupanya…. Aku sedang di taman kota, ada apa?… Silahkan saja oppa. Taman ini bukan milikku, jadi siapa saja boleh ketaman ini…. Baiklah oppa.” Aku menutup ponselku dan memasukkannya ke dalam tas.

 

***

Aku melihat sesosok namja berlari menuju ke arah ku, namja itu memakai topi dan kacamata hitam. Seperti penjahat saja dia, semakin dekat namja itu berlari dan sampailah di hadapanku.

 

“Annyeong HyunBin” Sapa namja itu lalu duduk di sebelahku

“Annyeong. Oppa kau aneh sekali” jawabku kepadanya.

“Haha, beginilah kalau menjadi artis, kau tidak bersama EunRi?” tanyanya, aku menggeleng

“Dia sedang mencari tugas dengan namja barunya.” Leeteuk oppa yang mendengar perkataanku langsung kaget

“Mwo?” Jawabnya dan membuatku terkekeh

“Hahaha, ani oppa. Dia sedang mencari tugasnya sendiri, aku tadi hanya bercanda.” Jawabku yang membuat ekspresi wajahnya berubah normal

“Oh, begitu, aku kira kau serius.” Jawabnya

“Memangnya bila aku serius kenapa?” Tanyaku penasaran

“Memangnya dia belum pernah menceritakan kisah cintanya 4 tahun yang lalu?” Tanyanya, aku menggelengkan kepalaku.

“memang kenapa oppa?” Dia terdiam dan menarik nafaas berat.

“kau tanya saja sama dia.” Jawabnya,apakah dia akan menceritakannya padaku ya?

“Kau yakin dia akan menceritakannya padaku?” Tanyaku ragu-ragu kepadanya

“Tentu saja, dia kan sahabatmu. Besok malam kau ada acara?” Tanyanya

“Em, sepertinya tidak oppa. Wae?”

“EunRi akan ke dorm dan aku menyuruhnya mengajakmu.” Jawabnya yang membuatku terpana, aku akan pergi ke dorm Super Junior. Astaga aku tidak sedang bermimpikan? Kalau aku bermimpi jangan lah bangunkan aku saat ini.

“Mwo? Oppa bercanda?”

“Memang tampangku sedang tampang bercanda ya?” aku menggeleng

“Yasudah aku tunggu kau besok di dorm. Annyeong.” Dia berlari menuju dormnya. Astaga aku bahagia sekali hari ini. Aku harus menelpon EunRi sekarang juga.

 

***

“Ri~ah, kenapa kau tidak bilang dari awal kalau kau mempunyai oppa angel seperti teukie oppa?” tanyaku kepadanya

“Hah? Tadi kau bilang apa HyunBin-sii?” tanyanya yang melepas i-poodnya dari telinganya

“Tadi aku bilang kenapa kau tidak bilang dari awal kalau kau mempunyai oppa angel seperti teukie oppa.” Jawabku sebal

“Oh, memangnya aku belum bilang ya? Mianhae deh, tapi kau sudah tau kan kalau dia oppaku?” Aku mengangguk “Oppaku besok malam mengundangku untuk pergi ke dormnya, kau mau ikut?”

“Hah, kau mengajakku? Tentu saja aku akan ikut, aku kan ELF.” Aku menjawab pertanyaan konyolnya

“Ku kira kau tidak mau ikut. Baguslah bila kau masih menjadi ELF.” Jawabnya sambil membuka buku yang sedari tadi ia pegang.

“Memang acara apa sih? Aku harus memakai apa? Jam berapa kita akan berangkat?” Dengan semangat aku bertanya

“Em, aku rasa merayakan ulangtahunku. Hahahahaha.” Ia tertawa

“Aku serius Lee EunRi.” Aku memukul bahunya

“Aw, iya iya. Aku juga tidak tau pastinya yang pasti kita kesana untuk makan malam bersama anak Super Junior, kau pakai gaun boleh, gak pake baju juga boleh.” Jawabnya dengan tampang jahil

“EunRi kau ini, aku serius.” Jawabku ketus

“Iya, kan tadi aku bilang terserah kau. Besok kau aku jemput jam 7, siaplah sebelum jam 7.”

“Ne, kau mau bawa mobil?”

“Aniya, aku menjemputmu dengan kapal.” Katanya yang membuatku sebal

“EunRi, aku bertanya serius.”

“Haha, ne.” dia tertawa, aku memikirkan apa yang akan aku pakai besok. Ah aku memakai gaun yang di berikan EunRi saja, dia sering sekali membelikanku gaun. Gaun yang mana yang akan ku pakai nanti ya.

 

“Ri~ah, sekarang kau ada acara tidak?”

“Em, sepertinya tidak. Wae?”

“Temani aku di rumah yuk.”

“He? Kenapa kau mau pulang?” Tanyanya dan melihatku, aku mengangguk

“Yasudah, tunggu sebentar ya.” Dia berlari menuju ke kamarnya dan kembali membawa tas kesayangannya. Aku bangkit dari sofa dan menghampirinya.

 

“kau mau kemana? Tumben sekali membawa tas dan memakai jaket.” Tanyaku heran

“Sebelum ke rumahmu kita ke minimarket dulu, oppaku nanti malam akan pulang kerumah. Makanya itu, kau mau makan malam bersama keluargaku?” tawarnya padaku, tapi aku menggeleng.

“Tumben sekali kau tidak mau, biasanya bilaku ajak makan malam kau selalu mau. Apa karna ada Leeteuk oppa?” Tanyanya yang menyipitkan matanya

“Ah ani. Aku tidak enak saja.” Jawabku membuang muka

“Yasudah ayo kita berangkat.” Ajaknya aku mengangguk

***

EunRi sudah pulang karna ia harus membantu eommanya memasak. Aku di rumah sendiri, eomma dan appa sedang pergi ke rumah teman mereka, dan oppaku entah pergi kemana. Aku bosan sendirian di rumah. “Appa… Eomma cepat pulang…” teriakku dari dalam kamar, “”Tidak usah berteriak-teriak seperti itu Hyun Bin, kau sekarang keluar dari kamarmu. Cepat.” Suara EunRi mengagetkanku, aku membuka pintu kamarku itu

 

“E…unRi kenapa kau disini? Bukannya kau..”

“Cepat kau ganti baju dan bersiap, oppaku sudah menunggu di mobil.” Katanya sambil mendorong aku masuk kamar, ah apa tadi dia bilang oppanya? Maksudnya Leeteuk oppa? Ah aku harus cepat-cepat. Aku keluar dari kamraku.

“Cepatlah, oppaku sudah menunggu.” Katanya saat melihatku, ia menarik tanganku dan menyuruhku untuk naik kedalam mobilnya, dia menyuruhku duduk di depan. Astaga jantungku tak karuan. #Lebay aja dulu# Aku menurutinya saja, selama perjalanan aku tak bisa mengontrol detak jantungku ini.

Leeteuk POV

Aku ada acara makan malam bersama dengan keluargaku. Aku datang sebelum makan malam, aku melihat EunRi sudah menyiapkan makanan diatas meja makan

 

“Ri~ah, Hyun Bin tak kau ajak kemari?” Tanya eomma pada EunRi

“Dia tidak mau eomma, tadi siang aku sudah mengajaknya.” Jawab EunRi pada eomma

“Memangnya HyunBin sering makan malam bersama disini eomma?” tanyaku pada Eomma

“Makanya kau sering pulang oppa.” Ledek EunRi padaku

“kau ini EunRi”jawabku dan mengejar EunRi

“Hey kalian di meja makan malah lari-larian, kalian jemput saja Hyun Bin supaya makan disini.” Kata Eomma pada ku dan EunRi

“Ne, eomma.” Jawabku serempak dengan EunRi. Kami menuju keluar.

“Oppa, kau bawa mobilkan? Jadi pakai mobilmu saja ya?” EunRi mengusulkan

“Aish, kenapa harus mobilku. Kan yang mendapat mobil baru kau bukan aku.” Jawabku

“Ih oppa, aku kan belum pernah nebeng di mobilmu.” Jawabnya lalu masuk kedalam mobilku.

“EunRi kau menyetir ya. Aku tidak tau alamatnya.”kataku

“Alasan kau oppa, nanti aku tunjukkan.” Katanya, aish menyebalkan sekali saengku ini. Tidak tau apa aku sedang malas menyetir?

***

Kami sudah sampai di depan rumahnya, kenapa jantungku berdebar-debar ya? Aish kenapa dengan diriku ini.

 

“Oppa, kau mau ikut turun?” Tawar EunRi aku menggeleng

“Oppa, tunggu di mobil saja. Jangan lama-lama ya.” Kataku, yang ia jawab dengan anggukan. EunRi keluar dari mobil dan masuk kedalam rumah itu. “Tidak sopan sekali dia, langsung masuk ke rumah orang tanpa permisi. Dasar anak aneh.” Dumelku dalam hati. Tak lama aku menunggunya EunRi keluar dengan yeoja cantik, HyunBin sangat terlihat cantik, entah kenapa EunRi duduk di belakang, dan HyunBin duduk di sampingku. Aku menjalankan mobilku, kenapa jantungku menjadi tidak teratur begini, aish aku harus tenang. Kami sudah sampai di depan rumah, aku mematikan mobil dan keluar.

 

“Oppa, kenapa kau tinggalkan HyunBin. Kau sebagai tuan rumah tidak sopan sekali sih.” Teriak EunRi yang baru turun dari mobil

“Lalu aku harus bagaimana?” Tanyaku

“Ajak dia masuk. Kau babo sekali.” Ledeknya yang membuatku kesal

“Em, HyunBin ayo masuk. Kau sudah ditunggu appa dan eommaku.” Kataku sopan padanya

“Ah…. N..e oppa.” Jawabnya gugup, entah apa yang di bicarakan EunRi padanya dan membuat HyunBin tertawa. Awas saja bila dia bicara tentangku yang tidak-tidak.

***

Setelah makan malam, aku mengantar HyunBin pulang. Aku pun langsung pulang ke dorm, selama perjalanan menuju rumah HyunBin kami tidak saling bicara. Krana aku tidak tau harus membicarakan apa. Kami sudah sampai di depan rumahnya.

 

“Oppa, gomawo sudah mengantarku. Kau mau mampir?” Tawarnya padaku

“Ne. Ani, ini sudah larut malam, kau masuklah.” Jawabku, lalu HyunBin pun keluar dan masuk ke rumahnya. Aku pun langsung pulang ke dorm. Sesampaiku di dorm aku langsung menuju kamarku untuk tidur.

continued……

 

Maaf klo gakje

DON’T BE A SILENT READER !!!!

GOMAWO

>.<